Pengikut

Kamis, 15 November 2018

SAMBATS

Bencana Datang Dari Kita Untuk Kita 

Tentunya kita semua juga merasakan betapa berbarisnya bencana di Indonesia akhir-akhir ini. Dari bencana buatan  sampai bencana DI buatin maha kuasa. tapi semua tidakk terlepas dari rencana Allah.
Bila kalian menemukan hutan yang hijau telah gersang, bening sungai berganti kelam,mentari tertutup asap hitam, udara tak lagi menyegarkan, kehidupan tak lagi pedulikan alam semua hanyalah keegoisan dan nyinyiran menjadi pekerjaan.

lantasss pikiran kita bertanya tanya dan mengeluh kepada tuhan...
yaallah Kemana kita harus pergi?
Dimana kita akan mencari yg dulu lagi?
kapan kita hidup tenang yaallah ?😢😢
jawab pak edy: apa hak anda menanyakan seperti itu!!
Disangga oleh pak eko: woyyy!!! sadar gak, waktu hutan hijau kalian kemana? waktu air bening kalian kemana? waktu nyinyiran tanpa solusi jadi trend kamu kemana? hah!!! apa kau mengeluh dan mengadu kepada allah ketika sudah terjadi bencana? masyaallah.
bapak satpam menjawab serentak :masokk pak eko 👍
Ingatlah wahai netijen dunia lain yg kurang ingatan. bahwasanya Kerusakan di muka bumi karena tangan-tangan manusialah semata Dan manusialah yang akan merasakan akibatnya. Salah satunya pada fikiran negatif yg super keji kita yg biasanya di sebarkan. misal membaikan si A menjatuhkan si B, si C mendukung si A dan menjatuhkan si B , si D ikut Si C menjatuhkan si B (mubeng otok ork ono enteke dan ora ono solusine).
ingatlah wahai manusia yang terhormat.
analisa kengawuran saya :
Pikiran kita itu adalah Dasar dari Doa . apabila kita berfikir baik ingsyaallah terjadilah kebaikan begitu juga sebaliknya jika berfikir buruk, buruklah kejadiannya. kenapa begitu? Because, dalam diri kita itu banyak kandungan air sedangkan sifat air itu "manutan". so, apabila kita berfikir buruk otomatis mulut akan gatel untuk mengabarkan ke telinga temanya akan. nah disitulah proses kandungan air di dalam tubuh bersatu untuk keburukan dan yg terjadi keluarlah perilaku keburukanmu.

JADI... !Teruntuk kalian pembaca tercintahh, Tercayang.. Terr unchh unnch lah pokoknya, mari kita mulai peduli dan mencintai alam Indonesia ini, janganlah kesadaran kita baru terjaga
Ketika kekuatan alam telah menurunkan bencana. Segeralah berbenah di waktu yang tersisa.dengan Hal kecil menebar Virus Pikiran positif dan slalu bersyukur. 

Jumat, 20 April 2018

Cerpen semua karena Allah

                                           SEMUA KARENA ALLAH


         Aku seorang anak hidup di salah satu desa di KAB.Magelang, aku bernama syifa aku hidup tidak punya saudara sekandung hanya dengan kedua orang tuaku tinggal di rumah yang cukup sederhana. Hidupnya serba pas pasan sehingga ibuku menjadi seorang yang kerja terus menerus sedangkan bapakku hanya bisa berbaring di kasur karena penyakit yang dideritanya.
Pagi adalah waktu yang indah untuk ku  berfikir, di tambah dengan sawah yang hijau pohon-pohon yang rindang diiringi dengan kicauan burung. Sungguh waktu yang indah di kala pagi itu.
“hmmm..” pagi itu aku terbangun dari tidur lelapnya. Entah kenapa hari itu aku bangun pagi buta, mungkin karena hawa dingin yang menusuk tulangku,padahal sang surya pun belom bangun.
Saat itu aku merasakan kejenuhan dalam kamarku, aku berniat untuk keluar dari kamar. Saat aku tengah membuka selambu kamar yang kumal. Ku mencium aroma maskan khas ibuku. Dan kulihat ke dapur ternyata benar ibuku sedang berdiri di depan kompor gas dan sepertinya lagi memasak sesuatu. Ku sapa ibuku “ibuu..” lalu ibupun tersenyum kepadaku. Cantik sekali saat dia senyum .
Ku mulai pembicaraan “ibu masak apa?nasi goreng ya..aromanya sedep banget..”
“hhaha..tau aja kamu nak,ibu masakin nasi goreng spesial buat kamu nak” tersenyum sambil mengelus rambutku yang kriting kumal”
“Wahh..mantap nih bu,jarang sekali syifa makan nasi goreng” gembira ria
Ibuku hanya tersenyum, suasana menjadi hening.
“Tau gak bu..pagi ini udara begitu dinginn. Tapi disaat belaian ibu kepadaku dan hanya ditemani api di tunggu. Serasa ada yang menyelimutiku bu, terasa begitu hangatnya.” Sambil ku tidur dipangkuan ibuku.


“ oh yaaa…tapi jika suatu saat ibu telah tiada,, bagaimana?? Siapa yang menjadi pengganti ibu saat syifa kedinginan..”, tak terasa ibu meneteskan air mata.
“ Ibuuuuuuuuu…… syifa tau, umur tak dapat di perkira oleh manusia. Tapi yakinlah buu…selamanya ibu akan selalu di hati hanif. Syifa cinta ibu karena ALLAH.’’ Sambil tangan ini menghapus air mata yang telah mengalir di pipi cantik ibu.

Tak terasa perbincangan dalam dekapan hangat ibu membuat waktu tak terasa bergulir begitu cepatnya. Dan kini jarum jam telah menunjuk pada angka 4 lebih. Adzan pun telah terdengar oleh telingaku.Kokokan ayam pun mulai berbunyi, itu bertanda sang surya akan segera datang.
Sebelum itu aku dan ibu bergegas menambil air wudhu. Saat ku akan menuju kamar mandi, ibu menyuruhku membangunkan bapak yang tengah tertidur lelap. Aku membangunkannya untuk sholat shubuh berjama’ah yang telah dilakukan seperti biasa di keluargaku.
“ Bapak…pak… ayo bangun, waktu shubuh telah datang!” sambilku goyangkan badan bapakku.

Tak lama bapak terbangun dari tidurnya, perlahan membuka mata.
“Ooohh.. syifa..ada apa nak ?” sambil sayup-sayup bapakku membuka mata.
“Bapakk….ayo sholat..sudah ditunggu ibu”sambilku menarik tangan bapak.
“Oh masya alloh…. Ini sudah shubuh toh?’’ Bapak langsung bergegas bangun dari tempat tidurnya dan bergegas mengambil air wudhu.
Aku,bapak,dan ibu sholat berjamaah. Bapaklah yang menjadi imam di keluarga kecil kami. Aku bahagia memiliki bapak dan ibu yang sangat menyayangiku. Walaupun dilihat dari materi kami termasuk orang-orang miskin. Tapi dengan ada mereka di dekapanku…ku rasa aku adalah orang paling terkaya.
“Pak…bu… Syifa berangkat sekolah dulu yaaa,” Ku mencium tangan mereka berdua.
“ iya nak.. Syifa disekolah jangan nakal ya..jangan ikut teman-teman Syifa..jadilah anak yang pandai yaaa sayangg… jadilah anak yang bisa ibu dan bapak banggakan. Kami sayang kamu Syifa.” Ibu memelukku serasa ibu tak ingin kehilanganku.
“assalamu’alaikum bu..pakk,”sambilku lambaikan tangan pada mereka.
“wa’alaikum salam hati-hati di jalan,” Ibu dan Bapak membalas lambaian tangan dariku.
Ku berangkat dengan jalan kaki, jauh sih..! Tapi bagiku jarak tak dapat menyurutkan langkahku untuk menimba ilmu disekolah. Apalagi ku teringat akan pesan ibu setiap pagi untukku. Dan harapan ibu di setiap langkahku. Aku harus bisa jadi anak kebanggaan iIbu dan Bapak!
Ku menelusuri sawah-sawah dan menyebrang sebuah sungai yang gak terlalu dalam ketinggian airnya. Mungkin hanya di bawah lututku. Aku berjalan menuju sekolah dengan bersholawat di sepanjang perjalanan,ku nikmati aroma surga dunia. Kunikmati pemandangan yang mungkin manusia tak dapat membuatnya. Hanya tuhan yang maha kokohlah yang dapat menciptakaannya.SUBHANALLAAAAHH
Sesampailah disekolah di mana aku menimba ilmu, teman-teman menyapaku di depan gerbang MA YAJRI PAYAMAN, sekolah terfavorit di kab.Magelang ,menurutku hehe
Aku langsung bergegas menuju ke kelas bersama teman teman. Tidak selang lama bel pun berbunyi. Tetttttt......., itu menandakan bel masuk kelas . aku duduk bersama jundi dia anak dari orang kaya bapaknya pengusaha bibit lele. Tak lama kemudian bu laila pun datang karena ini pelajaran B.indonesia
Uupsss..bu Laila hari ini tidak masuk sendirian dikelasku melainkan didampingi oleh kepala sekolah pak Ridwan namanya. “wah ada apa nih !” batinku sambil hati berdebar-debar. Entah kenapa hari ini aku sangat berdebaran.bu Laila masuk dan menyapa murid-murid di kelasku.
“assalamu’alaikum anak-anak,” sapa bu Laila
“waaa..aa.alaikum salam bu Laila,” murid-murid membalas sapa
“aanak-anak kedatangan bapak kepala sekolah disini untuk memberi kabar gembira untuk kalian,” dengan tersenyum bu Laila menyampaikannya.
“ ehhhmmm….boleh tau gak bu kabar gembiranya apa,” teriak robet anak slengean yang gak tau sopan santun.
“robet..tunggu ibu belum selesai bicara!”sambiil sedikit jengkel melihat tingkah robet dihadapan kepala sekolah.
Lalu ibu melanjutkannya “biar bapak sendiri yang akan memberitahunya.”

Akhirnya bapak mengambil alih pembicaraan bu laila “anak-anak yang bapak banggakan. Berdirinya bapak di sini akan menyampaikan sebuah informasi yang sangat penting. Berhubung sekolah ini ada ekstraklulikuler bela diri wushu, akan ada kejuaraan wushu  tingkat provinsi JATENG DIY di akhir bulan ini, Lhaa maka dari itu bapak akan mengadakan perlombaan tingkat sekolah kita ,untuk nanti yang juara satu bisa di ikutkan di kejauaraan tersebut.”
“hufffffttt...” ku hembuskan nafas untuk meredakan tegangku tadi.
Setelah mengumumkan info terssebut bapak kepala sekolah bergegas keluar dari kelas karena tidak ada pertanyaan.
Pelajaran 1 2 3 dan sampai pelajaran terakhir sudah di lewati aku segera pulang ke rumah membantu ibu untuk persiapan jualan nanti sore. Sesampai di rumah aku segera ganti baju ke kamar sambil ganti baju aku memikirkan info pak kepala sekolah tadi.
“apakah aku bisa mewakili sekolahanku untuk mengikuti kejuaraan  tinkat provinsi” bertanya pada diri sendiri.
Singkat cerita, hari H seleksi kejuaraaan whusu pun telah tiba, aku melihat ke papan pengumuman ada daftar lawan lawannya. “kenapa ada namaku di daftar tersebut, padahal aku tidak mendaftar seleksi, dan aku kan baru 2 bulan mengikuti ekstrakulikuler whusu” betapa bingungnya. Akupun langsung bertanya ke sekretariat pendaftaran dan ternyata yang mendaftarkanku pelatihku sendiri. “aku bisa apa coba” menggerutu dalam hati.
Saat itu ku terlamun sendiri, tak ada gairah untuk membicarakan persolan ini.hanya termenung dan berandai-andai“ Andai jika aku terpilih dan aku menang mungkin aku bisa membuat bapak dan ibu bahagia.hmm.. “
“ya Allah,, aku sadar aku tak mungkin dapat ikut dalam perlombaan itu. Apalagi aku bisa menang dalam perlombaan tersebut dan mewakili sekolahku ke kejurprov. Itu menurutku tak mungkin. Tapi aku tahu kuasa-Mu begitu besar, kau bisa bolak- balikkan dunia dengan kecepatan kedipan mata.maka tak sulit pula jikalau Engkau dapat memberikan kepercayaan pada hamba dan memilih hamba untuk mewakili kota ini.

Ya..Alloh.. hanya pada-Mu hamba munyembah dan hanya pada-Mu pula hamba memohon, hamba ingin mengikuti lomba tersebuat ya alloh supaya bisa mewalkili sekolahku dan membuat semua bangga kepadaku…jadi izinkan hamba untuk mengikuti lomba tersebut dengan cara lolosnya hamba dalam seleksi yang akan di berikan .hamba ingin membahagiakan ibu yaa..Alloh.” ku menulis pada buku diary ku. Berharap alloh akan membantuku nantinya.

Minggu, 18 Maret 2018

PUISI

RESAH!
Wadah  Mulai terbelah
Perbedaan bukan lagi jdi wadah
Hanya karena tindakan tak ramah
Ketika berlomba... Hanya mengejar tahta
Bertujuan ingin dipuja
Tepuk tangan tujuan utama
Ceria... Tiba hilang seketika
Sudah tak ada rasa
Ceria menjadi dusta
Cerna.. Cobalah di cerna
Cobalah di rasa
Apalah arti jiwa
Apalah arti memanusiakan manusia

Selasa, 13 Maret 2018

Sajak ibu

Ibu melakukan apapun demi anaknya, apa balasan anak ke ibunya? Setiap keluhan seorang anak di lontarkan ke telinga ibunya ,setiap derita anak di bagikan ke ibunnya namun sebaliknya ibu tak pernah membagikan cerita sedikit pun apa yg di deritanya. Justru ibu malah memberikan waktunya untuk anak supaya tidak putus asa. Namun setelah si anak mulai bangkit dari keluhan, derita, masalah, dan menjadi orng yg jauh lebih berharga di mata orang lain. Namun tidak berharga dimata ibunya sendiri, Saat itulah si anak melupakan siapa yg membuat dia tidak putus asa(ibu), Semoga kita semua bukan dri nyawa yg sedemikian rupa.
#buruhmaido

Sabtu, 03 Maret 2018

Ini Hobiku! Mana hobimu!

Assalamualaikum wr wb .

Hai lhor... Salam sejahtera untuk kita semua penghuni negara indonesia yg penuh dengan rahmat tuhan yang maha esa. Haha kya pamu ceramah aje ya.  Sebelumnya sya mau memperkenalkan diri nih lhor. Nma saya muh. Alfa asyifa byasah di panggil alfa kdang juga di panggil ghoib karena alfa kan keterangan siswa yg absen. Jdi ghoib gak ada. (tauk ah gelap) lanjut perkenalan nih sya mahasiswa IAIN pekalongan masuk di jurusan KPI (komunikasi penyiaran islam) smt 4 rumah sya di pekalongan.

 Jdi begini Lhorr... Sore ini sya sedikit ingin bercerita mengenai hobi saya. Sebenarnya sih nulis disini karena tugas kuliah. Wkwk.
 Sebelum membicarakan hobi saya, apa sih hobi itu? Hobi itu suatu kegiatan yang sering atau biasah dilakukan ketika waktu luang. Biasanya orang hobinya ada yg main bola, basket, membaca, menulis dsb. Namun, munkin hobi saya berbeda dari orang lain, hobi saya nongkrong sambil ngopi (berbeda kan? Sudah anggap saja berbeda dari orang lain karena perbedaan itu rahmat).

 Jadi gini lhor saya betul-betul merasakan makna nongkrong tadi ketika saya masih di salah satu pondok di Magelang Kalau ingatan belum berkhianat, saya dan beberapa kawan karib semasa pondok sering melewati gelapnya malam sambil nongkrong. Istilah kami waktu itu ngolah pikiran. Biasa kami lakukan setelah mengikuti ngaji malam bersama kyai. Pun juga kita mencari tempat yang paling nyaman untuk nongkrong . Kadang di dapur kadang di depan dalam kelas lantai  atas. atau kalau situasi sedang mencekam (ini berkaitan dengan pengurus Asrama kami yang berkeliling untuk memastikan bahwa anak-anak asrama sudah terlelap jauh dalam mimpi), biasanya kami memilih untuk sharing di depan WC Hahaha. (Horor banget klo kata bpak dosen yang suka maksa untuk ngetik 10 jari)

Ada kopi,  ada pula yang namanya rokok tidak lupa sebungkus mie instan yang nantinya akan dikremes untuk menjadi teman sharing kami. Sederhana bukan?

Semua cerita, keluhan, dan solusi tumpah ruah saat sharing berlangsung. Ketika saya sedang mengalami kesusahan, kawan-kawan karib datang dan memeluk saya erat erat untuk tetap tegar dan kuat. Pun juga sebaliknya, saya akan memeluk erat kawan karib saya ketika dia mengalami kesusahan. Tak jarang pula kami tertawa mendengar cerita cerita konyol kawan karib. Sambil sesekali mengambil satu genggaman mie dan memasukkanya ke mulut kami. Ada yg sambil membuat asap rokok menjadi bulat Kurang lebih begitulah gambaran umum dari sharing yang sering saya lakukan bersama kawan-kawan karib waktu di pondok

Ya setidaknya saya rindu dengan masa-masa tersebut. Rindu untuk tertawa tanpa beban. Rindu pula untuk dipeluk teman-teman ketika sedang ada masalah. Rindu juga untuk makan mie kremes. Rindu akan solusi yang diberikan sang kawan. Rindu untuk bercerita. Rindu untuk mendengar. Yah rindu merasakan kerinduan dan kesederhanaan sharing. (ada kata rindu pasti dulhor-dulhorku kepikiran ke Dilan kan) wuuih
Ehhh malah curhat heheh (kehabisan topik curcol pun jadi)

Jadi seperti itu asal mula hobi saya terbentuk, sampai sekarang pun masih sama namun berebeda teman seperjuangan.

 Tpi dari hobi saya itu jadi keingat pepatah yang mengatakan  ada waktunya untuk fokus ataupun berkarya.Semua ada waktunya sendiri-sendiri. Begitu kira-kira bunyi pepatah Latin yang saya dapatkan dari bapaku. Hitung-hitung sombong sedikit lah bisa Bahasa Latin hehe.
Sekian aja ya dulhor-dulhorku. Semoga bermanfaat dunia akhirat. Salam sejahtera untuk kita semua penghuni negara indonesia yg penuh perbedaan yg rahmat. Sekian
Wassalamualaikum wr wb