RESAH!
Wadah Mulai terbelah
Perbedaan bukan lagi jdi wadah
Hanya karena tindakan tak ramah
Ketika berlomba... Hanya mengejar tahta
Bertujuan ingin dipuja
Tepuk tangan tujuan utama
Ceria... Tiba hilang seketika
Sudah tak ada rasa
Ceria menjadi dusta
Cerna.. Cobalah di cerna
Cobalah di rasa
Apalah arti jiwa
Apalah arti memanusiakan manusia
Pengikut
Minggu, 18 Maret 2018
Selasa, 13 Maret 2018
Sajak ibu
Ibu melakukan apapun demi anaknya, apa balasan anak ke ibunya? Setiap keluhan seorang anak di lontarkan ke telinga ibunya ,setiap derita anak di bagikan ke ibunnya namun sebaliknya ibu tak pernah membagikan cerita sedikit pun apa yg di deritanya. Justru ibu malah memberikan waktunya untuk anak supaya tidak putus asa. Namun setelah si anak mulai bangkit dari keluhan, derita, masalah, dan menjadi orng yg jauh lebih berharga di mata orang lain. Namun tidak berharga dimata ibunya sendiri, Saat itulah si anak melupakan siapa yg membuat dia tidak putus asa(ibu), Semoga kita semua bukan dri nyawa yg sedemikian rupa.
#buruhmaido
#buruhmaido
Sabtu, 03 Maret 2018
Ini Hobiku! Mana hobimu!
Assalamualaikum wr wb .
Hai lhor... Salam sejahtera untuk kita semua penghuni negara indonesia yg penuh dengan rahmat tuhan yang maha esa. Haha kya pamu ceramah aje ya. Sebelumnya sya mau memperkenalkan diri nih lhor. Nma saya muh. Alfa asyifa byasah di panggil alfa kdang juga di panggil ghoib karena alfa kan keterangan siswa yg absen. Jdi ghoib gak ada. (tauk ah gelap) lanjut perkenalan nih sya mahasiswa IAIN pekalongan masuk di jurusan KPI (komunikasi penyiaran islam) smt 4 rumah sya di pekalongan.
Jdi begini Lhorr... Sore ini sya sedikit ingin bercerita mengenai hobi saya. Sebenarnya sih nulis disini karena tugas kuliah. Wkwk.
Sebelum membicarakan hobi saya, apa sih hobi itu? Hobi itu suatu kegiatan yang sering atau biasah dilakukan ketika waktu luang. Biasanya orang hobinya ada yg main bola, basket, membaca, menulis dsb. Namun, munkin hobi saya berbeda dari orang lain, hobi saya nongkrong sambil ngopi (berbeda kan? Sudah anggap saja berbeda dari orang lain karena perbedaan itu rahmat).
Jadi gini lhor saya betul-betul merasakan makna nongkrong tadi ketika saya masih di salah satu pondok di Magelang Kalau ingatan belum berkhianat, saya dan beberapa kawan karib semasa pondok sering melewati gelapnya malam sambil nongkrong. Istilah kami waktu itu ngolah pikiran. Biasa kami lakukan setelah mengikuti ngaji malam bersama kyai. Pun juga kita mencari tempat yang paling nyaman untuk nongkrong . Kadang di dapur kadang di depan dalam kelas lantai atas. atau kalau situasi sedang mencekam (ini berkaitan dengan pengurus Asrama kami yang berkeliling untuk memastikan bahwa anak-anak asrama sudah terlelap jauh dalam mimpi), biasanya kami memilih untuk sharing di depan WC Hahaha. (Horor banget klo kata bpak dosen yang suka maksa untuk ngetik 10 jari)
Ada kopi, ada pula yang namanya rokok tidak lupa sebungkus mie instan yang nantinya akan dikremes untuk menjadi teman sharing kami. Sederhana bukan?
Semua cerita, keluhan, dan solusi tumpah ruah saat sharing berlangsung. Ketika saya sedang mengalami kesusahan, kawan-kawan karib datang dan memeluk saya erat erat untuk tetap tegar dan kuat. Pun juga sebaliknya, saya akan memeluk erat kawan karib saya ketika dia mengalami kesusahan. Tak jarang pula kami tertawa mendengar cerita cerita konyol kawan karib. Sambil sesekali mengambil satu genggaman mie dan memasukkanya ke mulut kami. Ada yg sambil membuat asap rokok menjadi bulat Kurang lebih begitulah gambaran umum dari sharing yang sering saya lakukan bersama kawan-kawan karib waktu di pondok
Ya setidaknya saya rindu dengan masa-masa tersebut. Rindu untuk tertawa tanpa beban. Rindu pula untuk dipeluk teman-teman ketika sedang ada masalah. Rindu juga untuk makan mie kremes. Rindu akan solusi yang diberikan sang kawan. Rindu untuk bercerita. Rindu untuk mendengar. Yah rindu merasakan kerinduan dan kesederhanaan sharing. (ada kata rindu pasti dulhor-dulhorku kepikiran ke Dilan kan) wuuih
Ehhh malah curhat heheh (kehabisan topik curcol pun jadi)
Jadi seperti itu asal mula hobi saya terbentuk, sampai sekarang pun masih sama namun berebeda teman seperjuangan.
Tpi dari hobi saya itu jadi keingat pepatah yang mengatakan ada waktunya untuk fokus ataupun berkarya.Semua ada waktunya sendiri-sendiri. Begitu kira-kira bunyi pepatah Latin yang saya dapatkan dari bapaku. Hitung-hitung sombong sedikit lah bisa Bahasa Latin hehe.
Sekian aja ya dulhor-dulhorku. Semoga bermanfaat dunia akhirat. Salam sejahtera untuk kita semua penghuni negara indonesia yg penuh perbedaan yg rahmat. Sekian
Wassalamualaikum wr wb
Hai lhor... Salam sejahtera untuk kita semua penghuni negara indonesia yg penuh dengan rahmat tuhan yang maha esa. Haha kya pamu ceramah aje ya. Sebelumnya sya mau memperkenalkan diri nih lhor. Nma saya muh. Alfa asyifa byasah di panggil alfa kdang juga di panggil ghoib karena alfa kan keterangan siswa yg absen. Jdi ghoib gak ada. (tauk ah gelap) lanjut perkenalan nih sya mahasiswa IAIN pekalongan masuk di jurusan KPI (komunikasi penyiaran islam) smt 4 rumah sya di pekalongan.
Jdi begini Lhorr... Sore ini sya sedikit ingin bercerita mengenai hobi saya. Sebenarnya sih nulis disini karena tugas kuliah. Wkwk.
Sebelum membicarakan hobi saya, apa sih hobi itu? Hobi itu suatu kegiatan yang sering atau biasah dilakukan ketika waktu luang. Biasanya orang hobinya ada yg main bola, basket, membaca, menulis dsb. Namun, munkin hobi saya berbeda dari orang lain, hobi saya nongkrong sambil ngopi (berbeda kan? Sudah anggap saja berbeda dari orang lain karena perbedaan itu rahmat).
Jadi gini lhor saya betul-betul merasakan makna nongkrong tadi ketika saya masih di salah satu pondok di Magelang Kalau ingatan belum berkhianat, saya dan beberapa kawan karib semasa pondok sering melewati gelapnya malam sambil nongkrong. Istilah kami waktu itu ngolah pikiran. Biasa kami lakukan setelah mengikuti ngaji malam bersama kyai. Pun juga kita mencari tempat yang paling nyaman untuk nongkrong . Kadang di dapur kadang di depan dalam kelas lantai atas. atau kalau situasi sedang mencekam (ini berkaitan dengan pengurus Asrama kami yang berkeliling untuk memastikan bahwa anak-anak asrama sudah terlelap jauh dalam mimpi), biasanya kami memilih untuk sharing di depan WC Hahaha. (Horor banget klo kata bpak dosen yang suka maksa untuk ngetik 10 jari)
Ada kopi, ada pula yang namanya rokok tidak lupa sebungkus mie instan yang nantinya akan dikremes untuk menjadi teman sharing kami. Sederhana bukan?
Semua cerita, keluhan, dan solusi tumpah ruah saat sharing berlangsung. Ketika saya sedang mengalami kesusahan, kawan-kawan karib datang dan memeluk saya erat erat untuk tetap tegar dan kuat. Pun juga sebaliknya, saya akan memeluk erat kawan karib saya ketika dia mengalami kesusahan. Tak jarang pula kami tertawa mendengar cerita cerita konyol kawan karib. Sambil sesekali mengambil satu genggaman mie dan memasukkanya ke mulut kami. Ada yg sambil membuat asap rokok menjadi bulat Kurang lebih begitulah gambaran umum dari sharing yang sering saya lakukan bersama kawan-kawan karib waktu di pondok
Ya setidaknya saya rindu dengan masa-masa tersebut. Rindu untuk tertawa tanpa beban. Rindu pula untuk dipeluk teman-teman ketika sedang ada masalah. Rindu juga untuk makan mie kremes. Rindu akan solusi yang diberikan sang kawan. Rindu untuk bercerita. Rindu untuk mendengar. Yah rindu merasakan kerinduan dan kesederhanaan sharing. (ada kata rindu pasti dulhor-dulhorku kepikiran ke Dilan kan) wuuih
Ehhh malah curhat heheh (kehabisan topik curcol pun jadi)
Jadi seperti itu asal mula hobi saya terbentuk, sampai sekarang pun masih sama namun berebeda teman seperjuangan.
Tpi dari hobi saya itu jadi keingat pepatah yang mengatakan ada waktunya untuk fokus ataupun berkarya.Semua ada waktunya sendiri-sendiri. Begitu kira-kira bunyi pepatah Latin yang saya dapatkan dari bapaku. Hitung-hitung sombong sedikit lah bisa Bahasa Latin hehe.
Sekian aja ya dulhor-dulhorku. Semoga bermanfaat dunia akhirat. Salam sejahtera untuk kita semua penghuni negara indonesia yg penuh perbedaan yg rahmat. Sekian
Wassalamualaikum wr wb
Langganan:
Postingan (Atom)