Pengikut

Rabu, 20 Februari 2019

PUISI

Sajak
Tertulis di atas kertas
Putih tiada garis.
Tentang hati yang teriris.
Wlau harapan telah tertuang
Di pikiran.

Jalan,
Langkah tk selalu lurus
Walau aliran sungai kian deras
Gelombang kian ganas.
Terdengar informasi semakin memanas.

Kesendirian kugengam erat.
Di antara lalu lalang.
Kini harapan kian berterbangan
Di setiap langkah pengejaran.

Kepastian yang tak pasti.
Harapan amatir semakin mati.
Tinggal ikhlas yang harus dijalani.

Mungkin,
Soal waktu.
Atau,
Itu takdirmu.
Bahkan,
Akan Sirna selamanya.